Ada Apa Ancelotti?

MILAN – Juara bertahan AC Milan tersungkur di babak 16 besar. Trofi Liga Champions terlepas setelah pada leg kedua Milan dipermalukan ‘anak-anak muda’ Arsenal lewat gol Cesc Fabregas dan Emmanuel Adebayor, Rabu (5/3) lalu. Kedigdayaan Rossoneri di San Siro atas klub-klub Inggris pun sirna.

Kekalahan 0-2 dari The Gunners menjadi kekalahan pertama Milan dari klub asal Inggris. Sebelumnya, Milan mengantongi catatan tanpa cacat dengan tujuh kemenangan dan empat kali seri. Penampilan Arsenal memang patut diacungi jempol. Dan pengakuan pun keluar dari mulut Carlo Ancelotti, allenatore Milan, yang disarikan dari Football Italia.

“Saya pikir mereka (Arsenal) mampu bermain 180 menit konsisten dengan gaya mereka. Sebaliknya, Milan tanpa konsistensi,” tutur Don Carlittos. “Kredit sepantasnya dialamatkan biat Arsenal yang tampil konstan menekan kami.”

Ancelotti mengaku skemanya tidak bisa berjalan mulus. Biasanya ia menerapkan formasi ‘Pohon Natal’ (4-3-2-1), tapi di kesempatan tadi ia terpaksa menurunkan dua striker sekaligus. Absennya Clarence Seedorf yang biasanya menopang Kaka di belakang ujung tombak membuat playmaker Brasil itu bekerja sendirian.

Emerson sebagai pelapis juga diakui Ancelotti tidak 100 persen fit sehingga riskan untuk diturunkan. Sebuah resiko harus diterima trio Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso dan Massimo Ambosini di tengah yang harus berjuang keras menghadapi lima gelandang lawan. Alexandre Pato dan Filippo Inzaghi jadi terisolir di depan.

Hasil akhir yang tentunya mengecewakan bagi Milan, meski musim ini telah mengantongi gelar juara Piala Dunia antar Klub. Tersingkir di Liga Champions dan terpuruk di Serie A, membuat posisi Ancelotti terancam. Sampai pekan ke-26 Milan menduduki peringkat kelima dengan selisih empat poin dari Fiorentina tepat di atasnya. Bayangan gagal menuju ke Liga Champions menerawang.

Pengakuan gemilangnya Arsenal juga datang dari Presiden Milan, Silvio Berlusconi. “Arsenal bermain sangat bagus dan layak lolos. Mereka kuat dan penuh determinasi. Di satu sisi kami tidak dibiarkan fokus melihat dan mengontrol bola,” papar mantan Perdana Menteri Italia itu.

Lalu bagaimana tentang kelanggengan masa depan Ancelotti yang terikat kontrak sampai 2010? “Apakah Ancelotti akan tetap di sini? Tentu saja,” jawab Berlusconi.
Mungkin saat ini, pria 48 tahun yang membawa gelar sebuah Scudetto (2004), Coppa Italia (2003) dan Piala Dunia antar Klub (2007) serta dua gelar Liga Champions (2003 dan 2007), masih aman. Tapi apakah Berlusconi masih yakin padanya jika Milan gagal merebut tempat keempat di klasemen akhir Serie A?

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s