Direksi Baru PLN Harus Mampu Tekan Susut Daya

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR Ahmad Farial meminta pemerintah memilih direksi baru PT PLN (Persero) yang mampu menekan susut daya (losses) yang sekarang ini masih tinggi.

“Direksi baru PLN harus dipilih yang mampu menekan angka `losses,`” katanya di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, angka “losses” yang cukup tinggi membuat PLN menjadi tidak efisien. Setiap perbedaan satu persen angka susut daya, menyebabkan kerugian PLN bertambah Rp1 triliun.

Pada tahun 2006, susut daya PLN mencapai 11,45 persen dan 2007 11,4 persen. “Seharusnya, susut daya PLN sudah di bawah 10 persen,” katanya.

Selain susut daya, Farial menambahkan, direksi PLN mendatang juga harus mampu menekan subsidi dan mencegah pemadaman listrik yang sampai saat ini masih sering kali terjadi. “Tahun 2009, kita akan menghadapi pemilu. Ketersediaan pasokan listrik sangat menentukan,” lanjutnya.

Namun, ia mengatakan, dengan tantangan ke depan tersebut bukan berarti direksi yang sekarang telah gagal. “Terserah Menneg BUMN apakah mau mengganti atau tidak ketiga direksi yang mengurusi persoalan tersebut. Kami hanya mengharapkan direksi baru mampu menjawab tantangan tersebut,” kata Farial.

Saat ini, direksi yang mengurusi ketiga permasalahan tersebut adalah Direktur Niaga dan Pelayanan Pelanggan Sunggu Anwar Aritonang, Direktur Keuangan Parno Isworo, dan Direktur Pembangkitan dan Energi Primer Fahmi Mochtar.

Pemerintah dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PLN pada Kamis (6/3) dengan agenda pergantian direksi. Seluruh direksi yang sekarang sudah habis masa jabatannya.

Selain ketiga direksi tersebut, pejabat PLN lainnya adalah Dirut Eddie Widiono, Direktur Sumber Daya Manusia Djuanda Ibrahim, dan Direktur Transmisi dan Distribusi Herman Darnel Ibrahim.

Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy dan pengamat kelistrikan Fabby Tumiwa mengatakan, sebaiknya jabatan kunci direksi tetap ditempati dari internal PLN sendiri.

Tjatur mengatakan, posisi kunci direksi haruslah orang yang mempunyai pengalaman dan paham dengan kompleksitas permasalahan yang ada di PLN.

Selain itu, lanjutnya, direksi PLN juga mesti memiliki kemampuan yang kuat baik manajerial maupun kepemimpinan guna menghadapi tantangan ke depan yang semakin berat.

Fabby juga setuju perlunya pemerintah memilih direksi dari dalam PLN sendiri. “Namun, orang tersebut haruslah telah teruji kemampuannya,” katanya mengingatkan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s