HADE Janji Perbaiki Pertanian

KARAWANG – Calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan yang berpasangan dengan Yusuf Macan Effendi atau Dede Yusuf dalam Pilkada Jabar, 13 April mendatang, berjanji akan memperbaiki sistem pertanian di Jabar, jika terpilih menjadi Gubernur Jabar.

“Perbaikan sistem pertanian ini kami lakukan berdasarkan penelitian para ilmuwan Jepang yang dilakukan di wilayah Subang, beberapa waktu lalu,” kata Ahmad Heryawan di sela-sela safari politik di Karawang, Rabu.

Dengan perbaikan sistem pertanian, ia menilai para petani di Jabar bisa lebih sejahtera dengan meningkatkan produksi pertanian.

Menurut dia, sebagai daerah pemasok stok pangan nasional, bidang pertanian di Jabar harus diperbaiki.

Sistem pertanian yang dimaksud Heryawan itu ialah melakukan penanaman padi dengan menggunakan pupuk kompos.

“Sampai saat ini, para petani di Jabar hanya bisa menghasilkan sekira 4-6 ton padi per hektar, karena lebih banyak menggunakan pupuk kimia. Padahal, kalau petani mengikuti metode ilmuwan Jepang, maka petani bisa menghasilkan 9-13 ton padi per hektarnya,” katanya.

Dikatakannya, metode tersebut bisa diterapkan pada padi varietas apa saja. Bahkan, setelah diuji dan berhasil, penanaman padi ini juga bisa dilakukan dalam sebuah pot bunga.

Ia mengatakan, padi itu pada dasarnya bukan merupakan tanaman air, melainkan tanaman basah. Dengan demikian, dalam penanamannya tidak perlu digenangi air.

Cara tanam padi tersebut, tambahnya, hanya ditanam di tanah hitam yang diolah dengan menggunakan pupuk kompos yang berasal dari jerami yang telah dibusukan terlebih dahulu. Sedangkan setiap satu dapur padi (tempat penanaman padi), hanya cukup ditanami satu biji padi.

Dengan demikian, nantinya akan tumbuh sekira 45-50 tangkai pohon yang jaraknya hanya sekira 35-50 centimeter per dapur. “Jadi, sebenarnya metode ini akan lebih hemat, dan petani lebih untung,” katanya.

Dalam safari politik di Karawang, Heryawan yang datang bersama istrinya, Netty Prasetiyani beserta rombongan juga mendatangi kediaman tokoh ulama Karawang KH Mohammad Abbas yang telah wafat beberapa bulan lalu.

Setelah itu, menggelar pertemuan dengan “Forum Tukang Ojek” dan Komunitas Pasar Rengasdengklok. Setelah itu, rombongan pun bersilahturahmi kepada para pengurus sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Jayakerta dan Rawamerta.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s