Penjualan Aset PT PPA tak Transparan

JAKARTA – Penjualan aset properti PT Perusahaan Penampung Aset Persero dinilai tidak transparan karena hanya melibatkan broker dan konsultan properti sementara balai lelang dan Badan Piutang dan Lelang Negara tidak dilibatkan.

Terkait persoalan tersebut pada Rabu sore ini Himpunan Balai Lelang Indonesia (Himbali) mengugat proses seleksi pelaksana lelang aset negara yang dilakukan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) karena tidak melibatkan balai lelang tapi justru hanya konsultan dan broker properti.

Ketua Umum Himbali, Hardiyanto Hoesodo kepada wartawan, Rabu mengatakan, proses seleksi pelaksana pelelangan aset properti yang diperkirakan bernilai hingga Rp1,5 triliun itu keliru menyalahi Keputusan Menteri Keuangan No. 40 tahun 2006 mengenai lelang.

“Keberadaan balai lelang merupakan amanat regulasi jadi kenapa diabaikan. Kalau prosesnya lelang ya kaitannya dengan balai lelang bukan konsultan dan agen properti,” ungkapnya.

Menurut dia, berdasarkan dua bentuk pengumuman penawaran pekerjaan pelelangan yang dikeluarkan PPA, jelas-jelas mengacu pada sistem lelang sehingga mestinya yang diundang balai lelang.

Dalam hal ini, lanjutnya, bisa saja broker properti yang kebetulan juga punya izin usaha balai lelang ikut, tapi prosedurnya tetap acuannya penawaran kepada balai lelang.

Hardiyanto mendesak PPA untuk mengulang proses seleksi pelaksana lelang itu dengan melibatkan balai lelang sesuai dengan amanat hukum yang berlaku.

“Lelangnya sendiri rencananya berakhir Maret 2008. Sebelum terjadi baiknya diulang seleksinya agar tidak melanggar hukum.” ujarnya.

Dia menilai aturan lelang tidak bisa dilanggar walaupun mungkin PPA beralasan pelelangan aset yang dikelolanya harus diselesaikan tahun ini juga.

“Kalau PPA tidak mau memakai jasa balai lelang maka ubah saja sistem pelepasan aset itu menjadi penjualan biasa. Dengan begitu mekanisme seleksinya tidak akan dipermasalahkan oleh Hambali,” tuturnya.

Lebih jauh, dia mengkhawatirkan proses lelang yang dirancang PPA melalui agen properti itu tidak mencapai sasaran sehingga aset negara dilepas dengan harga murah. Dia menegaskan lelang atas aset negara harus maksimal sehingga memberikan nilai tambah bagi rakyat.

Menurut dia, lelang sebanyak 1577 item aset properti untuk tahap pertama itu terbilang tidak kecil karena nilainya ditaksir mencapai Rp1,5 triliun.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s