Polda Jatim Bongkar Pencurian Modul Telkom

SURABAYA – Satuan Pidana Tertentu (Pidter) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur membongkar kasus pencurian modul (perangkat pembagi saluran dari STO atau saluran telepon otomat ke pelanggan) yang merugikan PT Telkom Divre V Jatim hingga miliaran rupiah.

“Kami menangkap dua karyawan outsourcing (tenaga kontrak) PT Telkom Divre V bagian reparasi modul dan seorang pemetik modul di lapangan,” kata Kepala Satuan Pidter Polda Jatim AKBP M Hendra Suhartiyono MSi di Surabaya, Rabu.

Didampingi Kasubbid Publikasi Humas Polda Jatim AKBP Suhartoyo, ia mengatakan pencurian modul yang terjadi sejak 2004 hingga sekarang itu dilaporkan PT Telkom Divre V Jatim telah terjadi pada 18 titik, diantaranya di Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Nganjuk, Lamongan, dan Madiun.

“Sejak 2004 hingga 2007 telah terjadi pencurian ratusan modul dengan harga antara Rp2 juta hingga Rp5 juta, sehingga kami dirugikan miliaran rupiah, tapi pelanggan juga dirugikan karena satu modul itu menampung saluran untuk 58 hingga 60 KK (kepala keluarga), sehingga telepon mereka mati,” katanya.

Awalnya, katanya, tim Pidter Polda Jatim yang dipimpin Kompol Suparlan dan Kompol Ketut itu menangkap tersangka Mulya Pramono (30) dari Sepanjang, Sidoarjo pada 6 Februari 2008.

Setelah itu, tim menangkap tersangka Agus Santoso (30) dari Bluru, Sidoarjo pada 7 Februari 2008. Mulya dan Agus sama-sama karyawan outsourcing PT Telkom Divre V Jatim.

“Order itu datang dari Mulya kepada Agus, kemudian Agus memerintahkan Adi Sudarmanto (37) dari Kertajaya, Surabaya untuk mencuri modul sesuai order dari Mulya, apakah modul report (kecil) atau modul FXS (besar),” katanya.

Hasilnya, katanya, dijual Mulya ke Semarang dan Jakarta, namun pihaknya masih memburu dua DPO (daftar pencarian orang) yakni An dan Mu yang diduga merupakan penadah modul curian itu.

“Kami menyita barang bukti sebanyak 11 modul dan seperangkat alat perusak gembok dan kunci modul. Karena itu, para tersangka akan kami jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” katanya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s