BTN Biayai Konstruksi 15 Menara Rusunami

JAKARTA – Bank Tabungan Negara (BTN) mendukung kredit konstruksi 15 Menara Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di empat lokasi di Jakarta (Cengkareng, Cawang, Daan Mogot, dan Pulo Gebang).

“Kredit konstruksi tersebut diberikan kepada empat pengembang karena ada satu pengembang yang membangun 10 menara Rusunami yang ada di Cengkareng,” kata Kepala Divisi Hukum dan Hubungan Perusahaan BTN, Rinna Mona Lindyana di Jakarta, Kamis.

Besaran kredit konstruksi yang disalurkan mencapai Rp332 miliar dari total alokasi kredit tahun 2008 untuk pembiayaan Rusunami sebesar Rp1 triliun, jelasnya.

Sebelumnya, BTN telah menyiapkan anggaran senilai Rp1 triliun pada tahun 2007 akan tetapi belum terserap pasar karena ketika itu pembangunan Rusunami belum dimulai, ungkapnya.

Menurut Rinna, sejalan dengan kucuran kredit konstruksi BTN, saat ini juga tengah memproses kredit pemilikan apartemen (KPA) untuk masyarakat yang akan membeli Rusunami.

Alokasi KPA untuk tahun 2008 diperkirakan sekitar Rp500 miliar. Angkanya masih bisa bertambah tergantung kredit yang diambil, jelasnya.

Rinna mengatakan, KPA baru dapat dicairkan apabila pembangunan fisik Rusunami sudah ada yang selesai, diperkirakan untuk 15 Menara Rusunami ini berarti ada sekitar 4.000 unit yang akan diwujudkan.

“Saat ini, sudah ada dari permohonan KPA tersebut yang direalisasikan secara bertahap dengan melihat pembangunan fisik di lapangan,” tuturnya.

Rinna mengatakan, bisa saja masyarakat yang akan membeli rumah memanfaatkan KPA indent dalam arti cicilan sudah mulai dibayar meskipun bangunan belum berdiri.

“Memang banyak permintaan seperti itu. Hanya saja kami baru dapat menyetujui untuk pengembang yang rekam jejaknya sudah ketahuan. Kami tetap mendahulukan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance, GCG),” ujarnya.

BTN dalam tahun 2008 telah menganggarkan realisasi kredit baru sebesar Rp10,04 triliun. Sampai Februari 2008 telah terealisasi sebesar Rp1,4 triliun dengan jumlah rumah sebanyak 19.953 unit.

Sedangkan untuk Rumah Sederhana Sehat (RSH) sampai Februari 2008 telah direalisasikan BTN sebesar Rp533,36 miliar, dengan jumlah rumah 13.320 unit.

Dalam rangka mendukung program perumahan maka per tanggal 1 Maret 2008 BTN kembali menurunkan suku bunga kreditnya rata-rata antara 1 sampai 1,25 persen. Penurunan kredit ini hanya berlaku untuk realisasi kredit baru.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s