Ditunggu Langkah Jitu Kendalikan Harga Sembako

JAKARTA – Pemerintah diminta membuat langkah dan kebijakan yang lebih jitu untuk mengendalikan harga bahan makanan pokok (sembako) dan membantu rakyat miskin (raskin) memenuhi kebutuhan pokok tersebut.

Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat, di Jakarta, Kamis, mengatakan pemerintah harus menyusun strategi menstabilkan harga sembako, di tengah kenaikan harga minyak mentah dan komoditas pertanian di pasar internasional.

“Saat ini Indonesia masih mengandalkan impor sejumlah komoditas pertanian untuk memenuhi pasar domestik, sehingga kenaikan harga komoditas pertanian di pasar internasional sangat mempengaruhi perekonomian nasional,” katanya.

Hidayat mengatakan pemerintah hendaknya membuat prioritas atas sektor-sektor tertentu yang akan didahulukan untuk mengendalikan dampak ekonomi dunia, terutama dalam kaitannya kenaikan harga pangan saat ini.

Diakuinya kenaikan harga pangan di dalam negeri tidak bisa dihindari di tengah gejolah harga dunia. Namun dengan strategi dan perangkat kebijakan yang dimiliki pemerintah, ia yakin pemerintah mampu mengendalikan harga.

“Saat ini untuk membantu mengendalikan kenaikan harga, sebenarnya banyak dunia usaha domestik telah menurunkan margin keuntungan mereka sampai nol persen,” ujar Hidayat.

Hal senada dikemukakan anggota Komisi VI DPR-RI Andi Salahudin. Ia meminta pemerintah membuat langkah jitu untuk meredam gejolak harga, khususnya harga kebutuhan pokok di pasar domestik.

“Naiknya harga kebutuhan pokok, tidak hanya menimbulkan inflasi. Tetapi juga menurunkan daya beli masyarakat yang berpotensi menurunkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Ia menilai kebijakan yang telah dibuat pemerintah selama ini — seperti kebijakan impor, menaikkan pungutan ekspor (pe) dan menghapus bea masuk (bm), serta operasi pasar — belum mampu mengendalikan harga sembako yang naik pada kisaran 20-50 persen.

Bahkan kebijakan tersebut dinilainya lebih banyak menguntungkan kalangan importir dan spekulan yang mendapat keuntungan besar dari kondisi gejolak pangan dunia saat ini, sedangkan masyarakat tetap harus menghadapi kenaikan harga sembako.

Andi berharap, kebijakan dan strategi pemerintah menurunkan harga sembako dilakukan dengan koordinasi antara departemen dan instansi yang kuat dari atas sampai ke bawah dalam pelaksanaannya, sehingga kebijakan dan bantuan pemerintah benar-benar efektif dirasakan masyarakat.

“Pemerintah juga perlu mendata ulang jumlah rakyat miskin yang perlu mendapatkan bantuan sembako seperti minyak goreng, yang dilakukan melalui operasi pasar,” katanya. Selama ini operasi pasar minyak goreng dinilainya banyak tidak tepat sasaran dan banyak dinikmati pedagang, karena tidak jelas sasaran rumah tangga yang akan dibantu.

Ia meminta pemerintah memberi kartu identitas khusus, seperti kartu tanda penduduk, untuk masyarakat miskin yang perlu mendapat bantuan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s