Harga Beras di Solo Terus Turun

SOLO – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo sepekan ini terus turun, menyusul bersamaan musim panen padi di beberapa daerah di Keresidenan Surakarta.  Sejumlah pedagang di pasar tradisional di Solo, Kamis, menyebutkan, harga beras terutama kualitas medium atau C4 terus merosot dan turunnya sekitar Rp400,00 per kilogram.

Sidiq , seorang pedagang di Pasar Kleco Solo, mengatakan, harga beras C4 yang kualitas paling rendah dengan isi 25 kilogram per sak semula Rp130 ribu/sak turun menjadi Rp120 ribu/sak atau Rp4.800,00/kg dan kualitas sedang semula Rp140 ribu/sak turun menjadi Rp130 ribu /sak atau Rp5.200,00/kg.

“Turunnya harga beras kualitas medium sudah sejak lima hari ini. Hal ini juga sudah dipredisi sejumlah pedagang sebelumnya jika wilayah Surakarta panen raya harga beras cenderung turun,” kata Sidiq.

Turunnya harga beras kualitas medium tersebut, kata Sidiq, tidak diikuti jenis beras lainnya seperti mentik wangi dan bromo di pasar itu relatif stabil.

Ia menyebutkan, harga beberapa jenis beras kualitas super, antara lain mentik wangi berkisar antara Rp5.500,00/kg hingga Rp6.000,00/kg, bromo Rp5.500,00/kg, dan C4 Super Rp5.600,00/ kg.

Hal ini juga terjadi di pasar tradisional lainnya seperti di Pasar Legi Solo, harga beras kualitas medium seperti C4 kualitas rendah ditawarkan Rp4.700,00/kg hingga Rp4.800,00/kg dan kualitas sedang ditawarkan Rp5.100,00/kg hingga Rp5.200,00/kg, sedangkan kualitas super tetap bertahan.

Melina, seorang pedagang di Pasar Legi Solo, menyebutkan, turunnya harga beras khususnya kualitas medium di pasaran, karena barang mulai banyak.

Namun, sejumlah pedagang pada musim penghujan sekarang ini, tidak berani menyimpan beras terlalu banyak, karena kondisi beras kurang kering sehingga tidak tahan lama dalam penyimpanan.

Beras yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Kota Solo sebagian besar dipasok dari Kabupaten Sragen, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, dan Boyolali, bahkan ada yang dari daerah Surakarta di antaranya Purwodadi dan dari Jawa Timur.

Menurut Kasub Divisi Regional (Divre) 3 Perum Bulog Wilayah Surakarta, Achmad Arief, petani di Wilayah Surakarta sejak awal Maret 2008 hingga sekarang musim panen masih berlangsung sehingga persediaan beras di pasar-pasar Solo melimpah.

“Hanya saja petani sedikit kesulitan dalam proses pengeringan gabah pada musim penghujan saat ini. Jika musim panas produksi akan lebih banyak dan harga akan semakin turun,” kata Arief.

Pihaknya penganjurkan kepada para petani tetap menjaga kualitas dengan mengeringkan gabah dengan kadar air sekitar 14 persen sebelum masuk ke penggilingan agar beras bisa tahan lama dalam penyimpanan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s