Kakak Beradik Kurang Gizi

SUKABUMI – Dua orang kakak beradik, Dani (4) dan Nanis (5 bulan), warga Kampung/Desa Pada Asih RT 14/RW 04 Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, terpaksa dirawat selama empat hari di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi karena mengalami gizi kurang.

Kedua kakak beradik yang dirujuk dari Puskesmas Cibolang itu mengalami gizi kurang karena asupan gizi yang diberikan kedua orangtuanya kurang, sehingga berat badannya sangat ringan dibandingkan balita seusianya.

“Berat badan Dani sebelumnya hanya 10 kg, namun saat ini beratnya sudah bertambah menjadi 11 kg. Sementara adiknya Nanis berat badannya hanya 3,5 kg, tetapi saat ini sudah mencapai 4 kg,” kata dokter di ruang Cut Meutia, dr Devi kepada pers.

Menurut dia, penyakit yang dialami kedua kakak beradik itu bisa disebabkan asupan gizi yang diberikan kedua orangtuanya kurang, karena kedua orangtuanya tidak mengerti tentang asupan gizi.

Menurut dia, kedua kakak beradik itu kondisinya sudah mulai membaik karena berat badannya sudah mulai naik dibandingkan sebelumnya. Tim medis di rumah sakit ini memberikan infus dan vitamin agar asupan gizinya cukup dan berat badannya bertambah.

Ia menyebutkan, salah satu pasien itu, yakni Dani harus dirontgen karena dengan kondisi berat badan yang memprihatinkan itu membuat tim dokter curiga bahwa pasien itu mengidap penyakit lain, seperti paru-paru.

“Kami belum yakin penyakit lainnya apa karena hasil rontgennya belum keluar, namun bila dilihat kondisi badannya pasien Dani bisa terkena penyakit paru-paru,” katanya.

Sementara itu, ibunda kakak beradik itu, Emah tidak bisa ditanyai oleh wartawan karena alat pendengarnya mengalami gangguan.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, Buhono, menyebutkan, dengan adanya kasus gizi kurang di Kabupaten Sukabumi, pihaknya akan lebih mengintensifkan program posyandu dan pengadaan penyuluhan kepada orangtua balita agar mengerti tentang asupan gizi.

“Banyak orangtua balita tidak mengerti tentang asupan gizi, sehingga banyak kasus balitanya mengalami gizi buruk dan gizi kurang,” katanya tanpa memberitahukan jumlah seluruh penderita gizi buruk dan gizi kurang.

Disebutkannya, hampir seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi terdapat penderita gizi kurang, sementara penderita gizi buruk paling banyak berada di wilayah Selatan Sukabumi, seperti Jampang, Surade, dan Tegalbulleud.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s