Kaum Perempuan Harus Ubah Paradigma Lama

GARUT – Dosen pasca-sarjana Universitas Islam Bandung (UNISBA), Dr Nan Rahminawati menegaskan, kaum perempuan harus bisa dan mampu mengubah paradigma lama serta melakukan pergeseran dalam pembangunan anak bangsa.

Selama ini banyak kaum perempuan yang tidak menempatkan diri pada posisi “stakehorder” atau pemegang peran dalam fenomena tersebut, akibat melembaganya kultur didikan yang diberikan orang tua zaman dahulu, katanya pada seminar sehari di Bandung, Jumat.

Pada seminar sehari yang mengusung tema, peranan perempuan dalam upaya pencerdasan bangsa, Rahminawati juga menyatakan, nuansa didikan orang tua dahulu terhadap kaum perempuan cenderung hanya memaksakan kehendak.

Padahal idealnya, kaum perempuan itu sendiri penentu jenjang pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakatnya, sedangkan orang tua berkewajiban memberikan arahan bukan penentu, katanya.

Bahkan perempuan sebagai “Madrosatul Ulaa” atau sekolah utama dan pertama bagi pencerdasan bangsa, patut memiliki kemampuan menyusun sekaligus menerapkan kurikulum pendidikan sesuai dengan karakteristik anak-anaknya di rumah.

Selain itu, bisa mewujudkan pembagian tugas rumah tangga dengan suami yang tidak hanya berkewajiban mencari nafkah, agar kaum perempuan memiliki peluang mengembangkan sumber dayanya.

Seminar yang digagas Aisyiyah kabupaten dan Pimpinan Daerah Nasyiatul `Aisyiah Garut tersebut, diikuti sekitar 60 orang peserta termasuk dari kalangan pendidik berbagai tingkatan.

Keikutsertaan pendidik menyusul adanya tuntutan sertifikasi guru, sehingga mereka jadikan peluang untuk meningkatkan kualitas kompetensi, katanya.

Pada bagian lain Rahminawati mengatakan, agar kaum perempuan bisa memotivasi diri sendiri atau tidak hanya menunggu dorongan dari orang lain atau pemerintah sekalipun, jika menghendaki berkembang dan majunya kemampuan diri.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s