Ratusan Hektar Sawah Terendam

KUDUS – Sekitar 200 hektare sawah di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kudus, Jateng kembali terendam air setelah sepekan lebih pada Desember 2007 lalu digenangi air limpahan sungai.

Menurut Kepala Desa Wonosoco, Sudarmin, di Kudus, Jumat, genangan terjadi sejak Kamis (6/3), dengan ketinggian genangan hingga sekitar 70 sentimeter lebih. “Hanya saja, genangan air saat ini sudah semakin surut,” katanya.

Ia berharap, genangan tidak berlangsung lama seperti kasus banjir akhir 2007 lalu, karena sebagian sawah petani sudah ada yang menyemai padi dengan usia sekitar dua hingga tiga hari.

Menurut dia, semaian padi tersebut tidak tahan dengan genangan air yang terlalu lama. “Jika genangan lebih dari sepekan, maka tanaman bisa mati,” katanya.

Jumiran, salah satu petani dari Desa Berugenjang, Undaan, mengungkapkan, sawah di Desa Berugenjang dan Wonosoco memang sering menjadi langganan banjir. “Hujan sebentar saja, sawah mudah tergenang. Belum lagi, limpahan dari air Sungai Londo,” katanya.

Ia masih beruntung, sawah di Desa Berugenjang seluas satu bahu masih bisa dipanen, mengingat genangan tidak sampai meluas ke lokasi tersebut.

Sedangkan sawah seluas 1,5 hektare di Desa Wonosoco harus direlakan tergenang kembali. “Rencananya pekan ini akan menyemai padi,” katanya.

Terkait dengan kerugian yang harus ditanggung setelah sawahnya tergenang lagi, kata bapak dua anak ini, belum bisa menghitung. “Jika dikaitkan dengan potensial penghasilan, maka kerugiannya bisa mencapai Rp6 juta lebih,” katanya.

Sementara itu, Staff Pengairan Ranting Kudus Kota pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kudus, Bambang, mengungkapkan, penyebab genangan di lokasi tersebut bukan karena limpasan air dari Sungai Londo yang selama ini menjadi penyebab genangan, melainkan karena limpasan dari aliran sungai kecil yang airnya berasal dari Desa setempat, air buangan dari lereng pegunungan Proto, Kabupaten Pati.

“Curah hujan tinggi juga mempercepat peningkatan debit air buangan dari desa setempat dan lereng pegunungan Proto sebelum memasuki Sungai Londo,” katanya.

Berdasarkan pengamatan di lokasi genangan, sejumlah petani terpaksa menjebol tanggul kanan Sungai Londo untuk mengurangi genangan air di sawah sebelah kanan Sungai Londo yang disebabkan oleh curah hujan tinggi.

Sedangkan genangan sawah yang berada di sebelah kiri tanggul Sungai Londo terpaksa menunggu debit air Sungai Londo menurun.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s