Waspadai Leptospirosis

SEMARANG – Penduduk di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang hingga kini daerahnya masih terendam banjir diminta mewaspadai serangan penyakit leptospirosis yang diperkirakan bakal merebak.

“Kabupaten Pati merupakan satu dari lima kabupaten/kota di Jateng merupakan daerah endemis penyakit leptospirosis sehingga kalangan masyarakat diminta mewaspadainya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, dr. Hartanto, di Semarang, Jumat.

Banjir di Kabupaten Pati, terutama di Kecamatan Juwana dan Kecamatan Sukolilo yang terjadi sejak tanggal 27 Desember 2007 sampai kini masih merendam rumah penduduk sehingga mereka kesulitan mendapatkan air bersih, kebutuhan pangan, dan pengobatan.

Sebanyak lima kabupaten/kota di Jawa Tengah yang dinilai endemis penyakit leptospirosis antara lain Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Grobogan.

Kelima kabupaten/kota ini setiap musim hujan selalu banjir, sehingga rawan leptospirosis. “Penyakit yang disebabkan kuman leptospira biasanya akan muncul saat musim hujan sehingga kewaspadaan penduduk di daerah endemis leptospirosis perlu ditingkatkan,” katanya.

Menurut dia, manusia dapat terinfeksi kuman leptospira akibat kontak dengan air maupun lumpur yang tercemar urine binatang (tikus) yang terinfeksi leptospira yang masuk ke tubuh manusia melalui kulit lecet, luka, dan “membrane mukosa”.

Penyakit ini mempunyai gejala berupa demam, sekit kepala, nyeri otot, konjungtivitis, “icterus”, bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal yang berujung pada kematian penderita yang terkena kuman leptospira.

Dia mengatakan, jika masyarakat yang tinggal di daerah endemis leptospirosis mempunyai gejala-gejala seperti itu sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit (RS), Puskesmas, dan dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Penderita yang terkena penyakit ini bisa sembuh total, namun angka kematiannya cukup tinggi karena bisa mencapai 20 persen, sehingga kalangan masyarakat diminta waspada, katanya.

“Jika kalangan masyarakat ingin terhindar dari penyakit leptospirosis sebaiknya menjaga kebersihan lingkungan dan diri secara rutin, apalagi saat musim hujan. Masyarakat sebaiknya memang harus berhati-hati agar tak terkena leptospirosis,” katanya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s