Jampidusus Takut “Babak Belur”

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman terkesan hati-hati memberikan keterangan seputar kasus dugaan suap yang melibatkan Jaksa Urip Tri Gunawan. Selain hobi mengumbar kata “no comment”, Kemas juga mewanti-wanti wartawan tidak memperkeruh keadaan.

“Awas jangan salah tulis! Jampidsus sudah babak belur, nanti tambah babak belur lagi,” kelakar Kemas Yahya Rahman, di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2008).

Dengan kondisi yang sangat cair, Kemas akhirnya bersedia memberikan komentar soal kasus dugaan suap senilai lebih dari Rp6 miliar itu. “Saya sebenarnya nggak keberatan kok memberikan keterangan pers,” ujarnya.

Kemas kemudian menyatakan harapannya agar kasus yang mencoreng institusi Kejagung itu dapat segera diselesaikan. Dia berharap baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Jamwas dapat mengambil keputusan yang tepat dan terbaik dalam penyelesaian kasus ini.

“Mudah-mudahan keterangan saya itu bisa membuat terang duduk persoalannya,” harapnya. Kapan dipanggil lagi Pak? “Mudah-mudahan nggak lagi, mudah-mudahan dianggap cukup. Kalau dipanggil lagi saya siap,” ujarnya.

Meski tidak lagi mengumbar kata “no comment”, tetap saja dirinya enggan memberikan keterangan detail soal pemeriksaan yang dijalaninya di KPK dan Jamwas. “Keterangan saya itu sudah saya berikan dan sekarang menjadi milik mereka, tidak etis kalau saya jelaskan isinya,” ujarnya seraya memasuki mobil dinasnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s