Membangunkan Kembali Spirit Loewe

JAKARTA – Setelah empat tahun menempati posisi yang sebelumnya dipegang Narisco Rodriguez, kini bintang Jose Enrique Ona Selfa bersinar terang. Desainer asal Belgia inilah yang mengubah Loewe dan membawa modernitas.

Selama 20 tahun terakhir Loewe seperti dibangunkan dalam tidur panjang. Dan Jose Enrique lah yang membangunkannya.

“Tidak bisa dibilang sulit, tapi tentunya tidak mudah juga. Saat memasuki rumah mode berusia 160 tahun yang telah mengalami masa jaya, saya memiliki tanggung jawab untuk menghidupkan kembali banyak hal. Masa di mana saya berada di sini harus menjadi masa yang terbaik juga bagi Loewe,” tuturnya.

Irama yang disenandungkan oleh Loewe kali ini adalah lembut dan feminin, dengan look yang kurang lebih senada dengan koleksi musim dingin/gugur 2008, yakni simpel dengan ladylike chic.

Padahal, menurut Enrique, koleksi kali ini terinspirasi dari gaya jalanan dengan spirit 1990-an. Tapi yang jelas, Jose masih satu suara dengan para desainer lainnya yang baru menyelesaikan musim peragaan mereka di Paris Fashion Week belum lama ini.

Warna-warna dominan putih, hitam, warna-warna pastel yang lembut dan manis dihias oleh kejutan lewat warna emas dan perak. Jose Enrique juga banyak bermain dengan empire line serta siluet yang terbentuk dari kain-kain ringan dan melambai. Detail lipit dan kerut bermunculan dalam konstruksi yang sangat modern tapi tetap menonjolkan kesan romantis.

Bagi brand yang tergolong berusia lanjut, Jose menjadi nafas baru bagi rumah mode yang lebih dikenal karena tas Amazona-nya yang legendaris, daripada koleksi busana siap pakainya. Teman baik dari desainer Oliver Theysken menunjukkan kemewahan yang identik dengan Loewe yakni cara yang humble tapi elegan.

Sebagai seseorang berdarah Berlgia, Jose Enrique memadukan gaya internasional dengan sensualitas Spanyol dalam wujud modernisasi flamenco girl yang menggoda.

Dia tetap setia mempertahankan ciri khas koleksi siap pakai Loewe yang berfokus pada volume dan bentuk. Bicara soal tas, bagi Loewe tahun ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan sebuah perayaan karena tas Amazona, icon peruahaan luxury goods asal Spanyol ini telah berusia 32 tahun.

Seperti seorang wanita yang semakin matang, perlu mengalami perbaikan di sana-sini karena beberapa bagian telah kadaluwarsa. Demikian pula Amazona, yang telah mengalami renovasi.

Menurut Jose, tas Amazona sudah sempurna, bentuknya kokoh, mudah dibawa, feminin dan klasik. Sejak diambil alih oleh grup besar LVMH, Loewe mengalami facelist di area busana siap pakai dengan mengubah wajahnya menjadi lebih modern dan internasional.

Ini sebenarnya bukan hal yang sulit bagi Loewe, yang sejak dari akarnya memang telah menggabungkan keahlian dari dua negara, yakni teknologi dan inovasi dari negara asal pendirinya, Jerman dengan craftmanship dan jiwa dari Spanyol.

Dan keberadaan desainer muda seperti Jose Enrique Ona Selfa seolah menjadi nafas baru bagi renovasi tersebut.

“Jika Anda adalah seorang desainer sejati, maka semua yang ada di sekitar Anda dapt menjadi ide baru yang tersimpan di otak. Dan ketika ide tersebut semakin matang, itulah saatnya untuk duduk dan mewujudkannya di atas kertas. Jadi tidak ada kata jenuh, karena bagi saya mendesain adalah motor bagi energi,” tuturnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s