‘Ponchin’ Serbu Pasar Indonesia

JAKARTA – Trend Motor China (Mochin) menyerbu pasar Indonesia sudah berlalu. Motor-motor China yang dijual di Tanah Air itu ternyata tak mampu bersaing dengan produk Jepang. Kini giliran, Ponsel China (Ponchin) menyerbu pasar Indonesia.

Produk teknologi China ini mulai banyak beredar di mal-mal atau gerai ponsel di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Salah satu pemain Ponchin adalah Micxon yang berbasis di Singapura.

Demi melancarkan bisnisnya, perusahaan tersebut menunjuk PT Telesindo sebagai distributor serta menjadikan PT Golden Victory Indonesia sebagai kantor cabang sekaligus pusat layanan purna jual resminya.

Berbekal strategi tersebut, perusahaan yang berpengalaman memasarkan ponsel bermerek Micxon di Singapura, Malaysia, dan Hongkong itu berusaha menembus pasar Indonesia yang dianggapnya potensial.

“Pasar ponsel Indonesia besar dan potensial. Satu orang bisa memiliki memiliki dua sampai tiga kartu,” kata Associate Director PT Golden Victory Indonesia Wijaya Dinata Kurnia.

Berlatar belakang fakta tersebut serta didukung hasil riset, Micxon pun menunjukkan eksistensinya di Indonesia dengan memamerkan tiga ponsel buatannya yang dilengkapi fitur dual-on. Rangkaian ponsel itu adalah MTV-800, M-88, dan S-600.

Lewat fitur dual-on, perusahaan yang memproduksi ponselnya di China itu menawarkan kepraktisan bagi pelanggan operator yang memiliki dua kartu GSM atau satu kartu GSM dan satu kartu CDMA.

Dari tiga model pertamanya itu, MTV-800 merupakan produk andalan karena dilengkapi TV tuner yang memungkinkan pengguna menonton siaran televisi melalui ponsel.

Ke depan, ungkap Wijaya, Micxon akan menambah portofolio produknya dengan menghadirkan ponsel berfitur yang lebih variatif dan ditujukan bagi segmen menengah-atas.

“Sekitar empat sampai lima model lagi tahun ini bakal kita luncurkan. Beberapa di antaranya harus dual-on karena fitur tersebut sesuai dengan pasar Indonesia,” tambah Wijaya.

Tak tanggung-tanggung, dalam menjalankan perannya sebagai kantor cabang sekaligus perwakilan resmi pusat layanan purna jual, PT Golden Victory Wijaya memang bertanggung jawab memberi masukan serta melaporkan setiap keluhan yang masuk.

Dengan begitu, Micxon dapat memasukkan ponsel yang sesuai dengan keinginan pasar dan memperbaiki diri. Sebagai langkah awal di tahun 200 ini, menurut Wijaya mengaku bila tahun pihaknya akan membangun kesadaran masyarakat akan merek Micxon (brand awareness).

Membangun brand awareness penting karena Micxon bukan pemain ‘hit and run’ yang menjual beberapa produk miliknya, lalu menutup tokonya begitu saja.

Prinsipal menargetkan masyarakat Indonesia sudah mengenal merek Micxon pada akhir 2008. Proses pengenalan dimulai dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Karena itu, selain melakukan penambahan portofolio produknya, PT Golden Victory Indonesia akan mendirikan lima customer care lagi pada tahun ini.

Customer care tersebut tak hanya berfungsi sebagai pusat perbaikan (service center), tapi juga ruang pamer (show unit). Saat ini, perwakilan resmi customer care dan service Micxon terdapat tak hanya di Jakarta.

Tapi juga di Surabaya, Yogyakarta, Pekalongan, Malang, Jember, Kediri, Gresik, Tuban, Banyuwangi, Jombang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Lampung, Jambi, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Manado, Makassar, Palu, dan Bitung.

Penambahan lima customer care di kota-kota yang potensial diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan keseriusan Micxon menggarap pasar Indonesia.

Sampai sejauh ini belum diketahui bagaimana kualitas ponsel dari Negeri Tirai Bambu ini. Kalau Anda tertarik, ada baiknya menggunakan prinsip teliti sebelum membeli. Siapa yang tahu Poncin setali tiga uang dengan Mochin.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s