Ratusan Pedagang Daging di Bandung Mogok

BANDUNG – Ratusan pedagang dan bandar daging sapi di Kota Bandung mogok berjualan mulai Kamis (13/3) . Aksi mogok tersebut rencananya akan berlangsung dua hari hingga Jumat ini.
Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi dan Sapi Potong Seluruh Indonesia (Apdasi) Jawa Barat, Dadang Iskandar, menyatakan aksi mogok digelar untuk menuntut peningkatan harga daging sapi lokal di pasar.

Aksi mogok ini, kata dia, murni aspirasi sekitar 1.000 pedagang eceran dan bandar daging sapi serta sapi potong di Kota Bandung. “Daging impor di supermarket Rp 39.500 per kilogram, sedangkan kami beli daging lokal beserta tulang-tulangnya, karkas, Rp 41 ribu per kilo,” ucap Dadang di kantor sekretariat Apdasi Jawa Barat.

Akibatnya, kata Dadang, pemotong dan bandar mengalami kerugian Rp 200 ribu sampai Rp 400 ribu per ekor sapi. “Jelas itu persaingan tidak sehat dan merugikan anggota kami.”

Dadang mengakui, harga daging memang ditentukan mekanisme pasar. Namun, lanjut dia, ada masalah yang membuat persaingan pedagang daging lokal dengan daging impor berlangsung tidak sehat.

Menurut dia, dari 250 ekor sapi yang dipotong di Kota Bandung per hari, sekitar 60 persen berupa sapi potong impor dari Australia. “Kalau tidak ada penyesuaian harga di tingkat konsumen atau pengecer, kerugian akan berjalan terus. Kami juga menuntut supaya penjualan daging sapi impor ditutup saja,” katanya.

Meski Apdasi sudah mengumumkan agar seluruh pegusaha daging sapi di Bandung mogok, namun ada saja pedagang yang tetap berjualan di beberapa pasar seperti di Pasar Baru Kota Bandung. “Tapi mereka itu hanya berjualan daging sisa kemarin saja,” kilah Dadang.

Dia berharap konsumen daging sapi memaklumi aksi mogok yang dilakukan anggotanya. Kenyataannya tidak semua pengusaha daging sapi sepakat melakukan aksi mogok. Contohnya Yaya, manajer umum di rumah pemotongan hewan (RPH) Cirangrang Bandung.

Meski setuju penyesuaian harga daging sapi dan penutupan impor sapi,Yaya mengaku sangat keberatan dengan aksi mogok yang digelar sebagian besar kolega sesama pengusaha daging sapi. “Sehari mogok saja, RPH kami bisa rugi sampai Rp 63 juta,” katanya.

Itulah sebabnya, Yaya bersama sejumlah pedagang yang tidak setuju aksi mogok mendatangi sekretariat Apdasi Kota Bandung dan Jawa Barat Kamis siang tadi. “Kami datang untuk memprotes aksi mogok oleh Apdasi, besok (hari ini, red) kami akan kembali memotong sapi,” katanya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s