Amblesnya Tanggul Cincin Masih Misterius

SIDOARJO – Amblesnya tanggul cincin (utama), menyusul berkurangnya volume semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, hingga kini masih misterius. Ahli geologi dari Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) sudah melakukan penelitian dan amblesnya tanggul mencapai elevasi penurunan tiga hingga 3,5 meter.

“Selain ada penurunan tanggul cincin, debit lumpur yang keluar juga mulai turun. Sebelumnya 100 ribu meter kubik per hari, namun sekarang ini turun menjadi 60-70 ribu meter kubik,” kata Humas BPLS Ahmad Zulkarnain saat meninjau lokasi, Rabu.

Menurut dia, elevasi lumpur yang terjadi di bawah pusat semburan atau tanggul cincin sekitar 3,5 meter, padahal elevasi lumpur dengan tanggul cincin hanya sekitar satu meter.

“Jika terus ambles dan terkoyak akan terus longsor, sehingga kami menghimbau petugas agar berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya di pusat semburan,” katanya.

Selain itu, upaya perbaikan dan peninggian tanggul serta meletakkan karung pasir (sandbag) dan peninggian di bibir tanggul sekitar 150-200 buah.

Sementara itu, tim Fergaco juga mengakui bahwa semburan menurun dan kandungan H2S di pusat semburan juga mengalami penurunan hanya mencapai tiga ppm.

“Kadar Low Explosive limit mencapai 0 persen. Pengukuran dilakukan, Selasa (18/3) malam,” kata Bambang S, Pengawas Gas di tanggul cincin.

Ia mengatakan, saat ini belum dilakukan pengukuran, karena arah angin mengarah ke timur sedangkan pekerja banyak yang melakukan aktifitas di sebelah barat semburan.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s