Beri Sanksi Kades Main Judi

TANGERANG – Bupati Tangerang, Banten, harus memberikan sanksi yang berat terhadap seorang Kepala Desa (Kades) Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Mp (36) yang tertangkap polisi sedang main judi agar timbul jera dan tidak mengulangi kembali perbuatan tercela itu.

“Jika bupati tidak menjatuhkan sanksi berat, niscaya kepala desa lainnya akan berbuat serupa karena tidak ada tindakan tegas dari pimpinan,” kata pemerhati pemerintahan lokal, Adi Suyanto di Tangerang, Rabu.

Menurut dia, bila perlu kepala desa itu dinonaktifkan sementara karena telah melakukan tindakan yang memalukan tidak memberi contoh yang baik kepada warga setempat.

Pernyataan tersebut terkait Mp (36) Kepala Desa Tegal Kunir, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, tertangkap polisi bersama tiga rekannya ketika sedang main judi kartu remi di luar sebuah kantor swasta, Jalan Ki Samaun Kota Tangerang, Senin (17/3) lalu.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, Kompol Budi Herdi mengatakan, para pelaku dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, dan saat ini menjalani pemeriksaan petugas di Mapolres Metro Tangerang, jalan Daan Mogot, Kota Tangerang.

Dia mengatakan, kepala desa itu juga sebaiknya diberikan sanksi moral agar warga yang memilihnya dapat mengetahui tentang kinerja pemimpin pilihan penduduk tersebut.

Sebagai pejabat publik, meski paling bawah, kepala desa harus memiliki moral dan punya tanggungjawab besar terhadap warga dan tidak boleh memberikan contoh buruk apalagi telah berjudi.

Adanya kades yang tertangkap saat berjudi itu, saat ini menjadi perbincangan di kalangan aparat Pemkab Tangerang, namun belum ada tanggapan resmi dari Bupati Tangerang H. Ismet Iskandar.

Bahkan beberapa kepala desa di kawasan pantai utara telah mendatangi Mapolres Metro Tangerang untuk meminta klarifikasi menyangkut penangkapan tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Otonomi Desa Pemkab Tangerang, Heri Hariyanto menyayangkan terhadap kasus yang menimpa kades itu karena dianggap tidak memberikan contoh terbaik kepada masyarakat.

Walau begitu, Heriyanto menambahkan, pihaknya akan memperlajari masalah itu dengan melakukan koordinasi dengan polisi terlebih dahulu.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s