Shabu di PIK Tak Hanya 600 Kg

JAKARTA – 600 Kg shabu-shabu ditemukan di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, beberapa waktu lalu. Ternyata masih ada 900 kg lagi yang dibawa kabur pelaku dengan menggunakan speed boat. Hingga kini, barang tersebut masih diburu polisi.

“Satpam melihat masih ada barang lainnya yang ditutup terpal,” kata Kasat Psikotropika Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Hendra Joni di Jakarta, Jumat (21/3).

Saat itu ada 5 orang yang ditengarai berada di dalam boat tersebut dan melarikan diri saat mobil box yang membawa sabu 600 kg ditangkap.

“Kapal itu lari ke arah barat,” jelas Hendra.

Informasi menyebutkan saat itu sebenarnya sabu yang diturunkan sebanyak 1,5 ton dalam beberapa kali angkut. Namun baru kali pertama diturunkan, sabu asal Cina itu sudah tertangkap.

Sementara itu Ah Lie Yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, polisi menemukan alat global positioning system (GPS). Alat ini menurut tersangka dipakai untuk memandu kapal motor mengambil paket sabu di tengah laut.

“Titik transitnya 1 km dari Pulau Bidadari. Kapal motor menempel sebuah kapal ikan, dan sabu diturunkan ke boat,” imbuhnya.

Pada Rabu 19 Maret sekitar pukul 01.00 WIB, GPS memandu sebuah speedboat merapat posisi yang ditunjukkan GPS adalah 6.02 derajat 4″52′ derajat Lintang Selatan dan 106.44 derajat 7″59′ Bujur Timur, di selatan Pulau Bidadari.

“Kapal motor itu masih membawa muatan paket sabu yang jumlahnya sama atau melebihi barang bukti yang disita,” timpal seorang penyidik.

Sedang menurut Hendra Joni, dua kapal polisi dan Bea Cukai tidak berapa lama setelah sabu 600 Kg ditemukan, lantas melakukan penyisiran di laut Jakarta dari Ancol hingga Cengkareng.

“Tapi kapal motor itu tak ditemukan. Kemungkinan sudah lari ke Sumatera lewat Selat Sunda,” jelas Hendra.

Seorang satpam juga menuturkan, 2 pekan sebelum penangkapan, boat yang sama terlihat datang. “Diduga untuk survey jalur pengiriman pekan ini,” tandas Hendra.

Sebelumnya pada Rabu lalu, polisi menyita 600 kg shabu di Jalan Camar No 3, Blok ST/C3-15, Penjaringan, Jakarta Utara. Tersangka Zhun Chun Wei diamankan.

Walau sempat ditangkap beberapa orang di sebuah rumah makan di Jakarta Utara, jumlah tersangka saat ini masih dua orang. Mereka adalah Zhun Chun Wei, yang dibekuk di Pantai Indah Kapuk, dan bosnya Ah Lie Yang, yang ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat menunggu pesawat ke Hong Kong.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s