Spesialis Perampok di Taksi Dibekuk Polisi

JAKARTA – Pelarian para buron spesialis perampok di taksi berakhir. Satuan Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya yang membekuk, mengejarnya hingga ke Padang, Sumbar.

Para pelaku kriminal ini sebenarnya terbagi dalam 3 kelompok yang saling kenal. Jumat pagi (21/3) tim reserse tiba dari Padang dengan membawa otak salah satu kelompok bernama Jon.

Sedang 2 bos kelompok lainnya adalah Afrian dan Eko. Mereka dan anak buahnya berasal dari Sumatera Barat.

“Mereka ini yang membuat resah penumpang taksi dengan sekurangnya 8 aksi perampokan selama 2008,” ujar Kasat Jatanras AKBP Fadil Imran.

Penangkapan komplotan perampok taksi ini bermula dari 2 tersangka yang dibekuk sejak awal Maret lalu. Mereka yakni Aguswan dan Irwan, yang diciduk di Bekasi, dengan barang bukti sebuah mobil Kijang.

Kemudian dilakukan pembangan jaringan kelompok-kelompok ini dari 2 tersangka tersebut. Hasilnya ternyata mereka berasal dari kelompok berbeda.

Polisi sempat kesulitan mengejar para pelaku lain karena semuanya menghilang setelah mengetahui anggotanya ditahan.

“Sejak itu pula aksi perampokan taksi tak ada lagi. Kami percaya sudah di jalur yang tepat,” tambah Fadil.

Dan kesabaran pun akhirnya berbuah. Setelah sempat mengintai di sebuah daerah di Bekasi, pada Rabu pagi 19 Maret 2008 lalu, 2 perampok lainnya, Andrianon alias Kanon dan Eko yang juga bos salah satu kelompok diciduk di depan istrinya di kontrakan mereka di Karawang.

Dari keduanya, polisi menyita dua buah taksi yang kerap dipakai beraksi. “Eko sebelumnya menculik dan merampok mahasiswa Binus yang dibuang di Cibubur,” ucap seorang reserse.

Penangkapan terus berlanjut. Pada Kamis pagi 20 Maret, polisi menangkap lagi 3 anggota kawanan perampok ini. Mereka adalah Yudi Lesmana, Andre dan Anto. Total tujuh orang tersangka kini menghuni sel sementara di ruang tahanan piket Satuan Kejahatan dengan Kekerasan.

Di ruang tahanan, para tersangka itu tampak tidur-tiduran, ada pula yang menghisap rokok sambil menyeruput kopi. Tidak ada lontaran kata yang mereka ucapkan. Hanya tatapan saja saat para pelaku kriminal itu disapa.

“Kawanan mereka masih ada yang di luar. Tapi tiga bos kelompok mereka sudah kami tangkap,” kata reserse tadi.

Di halaman Polda Metro Jaya, berdasarkan pengamatan detikcom, dua taksi yang dipakai kawanan-kawanan ini tampak terparkir.

Taksi putih berinisial Ce bernomor polisi B 1739 IE, memiliki nomor pintu asli 3244. Oleh para kawanan, angka 44 dikelupas sehingga nomor pintu terlihat seperti 3211. Terlihat dari luar, argo taksi masih menyala dengan jumlah tagihan lebih dari Rp 700 ribu.

Taksi lain berwarna biru berinisial Co, bernomor plat B 1122 WY dengan nomor pintu PC 022. “Ini yang seriang digunakan buat ‘main’,” timpal seorang petugas.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s