Tersangka Pemalsu Kartu Kredit Segera Disidangkan

kartu.jpg

JAKARTA – Akhirnya para tersangka kasus kartu kredit palsu akan menghadapi meja hijau. Berkas 5 tersangka beserta barang bukti antara lain 70 ribu kartu kredit kini telah dilimpahkan ke kejaksaan.
“Sudah P21 sejak Senin 31 Maret,” kata Kanit III Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri Kombes Pol M Hasan Amrozi saat ditemui wartawan di kantornya, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (1/4).

Para tersangka tersebut yakni Arco Arjuna Simorangkir, Subowo Purnomo alias Erwin, Apriadi, Jery Setiawan, dan Kawi Rahmat.

“Mesin-mesin emboos, electronic data capture, serta barang-barang bukti lainnya juga telah kita kirimkan ke Kejati DKI. Dan mereka disidang terpisah di beberapa pengadilan seperti PN Pusat, PN Selatan, dan PN Barat, sesuai lokasi penangkapan,” jelas penyidik madya unit III Direktorat Narkoba AKBP Heri Estu.

Heri menambahkan, pihaknya juga masih mengejar tersangka lainnya yang masih buron seperti Simon (WN Malaysia), Stephen, Iwan dan Edwin. “Sebagian besar kita perkirakan masih di Jakarta, tapi ada juga yang di luar negeri,” imbuh Heri.

Heri menuturkan, untuk pengungkapan kasus ini, penyidik juga telah memeriksa 8 bank yakni Bank Mandiri, BCA, BII, ANZ, ABN Amro, HSBC, dan Bank Danamon. “Mereka saksi korban,” ujar dia.

Terkait kerugian, Heri belum bisa memberikan penjelasan. “Silakan ditanyakan ke asosiasi kartu kredit. Tapi pihak master card dan visa card baru akan mengadakan penghitungan pada akhir April,” urainya.

Sedikit menengok ke belakang, polisi mengendus aksi mereka pada akhir 2007 setelah menangkap komplotan pengedar shabu, dan setelah diselidiki ternyata berkaitan dengan kartu kredit palsu. “Kartu kredit itu dipakai untuk berpesta dan membayar di tempat hiburan,” tutur Heri.

Dalam kejahatan ini ada 2 kelompok yakni jaringan Kawi dan jaringan Erwin. Mereka mendapatkan data-data kartu kredit dari tersangka oknum Bank BII yakni Kepala Bagian Data Aries Satyo Budi, bagian Otorisasi Kardiman, dan dari bagian Risk Management Deni Hamdani. Selain itu ditangkap pula Direktur PT Startec, Adi Laksono yang merupakan penyedia sistem jaringan untuk BII.

Para tersangka yang belum dilimpahkan ke kejaksaan kasusnya masih disidik. Dan juga dari Hendra, Iwan (DPO), Ade, Ansori, serta Ahpriadi yang merupakan petugas honorer di bagian data Bank Mandiri.

Mereka mencuri data dan menjualnya. Untuk 1 data harganya Rp 300-500 ribu. Para tersangka jaringan Erwin yakni Arco, Jerry, Terry, serta Usman biasanya menjual eceran ke orang-orang terdekat seharga Rp 1 juta per kartu.
Mereka mencetak kartu dan memalsukan logo dari bank-bank nasional hingga bank asing. Kejahatan ini merupakan yang terbesar karena pengambilan data langsung dari pusat data.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s