Diduga Korupsi, Mantan Kepsek Dibui

BANDUNG – Diduga korupsi dana bantuan pendidikan senilai Rp305 juta, mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 21, Bandung, Dedy Abdul Adha, dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kebonwaru, Bandung, Kamis sore, oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bandung, Agoes Salim SH kepada wartawan di Bandung, Kamis mengatakan, tersangka Deddy dipenjarakan setelah diperiksa secara marathon sejak Selasa (8/4) lalu.

“Sejak kami periksa pada Selasa lalu, kami pemberitahukan kepada yang bersangkutan, kalau dia ditetapkan sebagai tersangka, dan agar tidak kabur serta tidak menghilangkan barang bukti, yang bersangkutan kami titipkan di Rutan,” kata Agoes.

Agoes mengungkapkan, pada Kamis pagi, Deddy kembali dipanggil untuk dimintai keterangannya sejak pukul 09.00 WIB. “Kami melakukan pemeriksaan selama lima jam, dan akhirnya pada pukul 14.00 WIB, Deddy kami jebloskan ke Rutan Kebonwaru, agar tidak melarikan diri saat akan kami periksa kembali,” katanya.

Menurut Agoes, Deddy diduga telah memakai dana bantuan pendidikan SMPN 21, untuk kepentingan pribadi. “Diantaranya dana bantuan pendidikan program Blok Gram senilai Rp220 juta dan program Roll Sharing senilai Rp85 juta pada tahun ajaran 2006/2007. Sehingga tersangka telah melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 jo huruf b UU RI No.31 tahun 1999 dan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Tim Penyidik Kasus Deddy, Zaenal Abidin SH, menuturkan sebelum Deddy dijebloskan ke Rutan Kebonwaru, pihaknya memeriksa Deddy dengan 32 pertanyaan seputar dana bantuan pendidikan SMPN 21 Bandung.

“Hari Selasa kami ajukan sekitar 20 pertanyaan sedangkan hari Kamis ini dengan 12 pertanyaan. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, jawaban tersangka menguatkan dugaan kami, jika ada tindak pidana korupsi yang tersangka lakukan,” ungkapnya.

Zaenal mengatakan, sebelum menetapkan Deddy sebagai tersangka, pihaknya telah memeriksa sembilan orang saksi. “Dari pihak guru, pegawai tata usaha, komite sekolah dan Diknas Kota Bandung,” ujar dia.

Dijelaskannya, kasus dugaan korupsi dana bantuan pendidikan di SMPN 21 yang terletak di Jalan Caringin Bandung tersebut, berawal dari adanya laporan dari masyarakat.

“Pada akhir 2007 lalu, masyarakat melalui LSM menginformasikan kepada kami bahwa ada indikasi korupsi terhadap dana bantuan pendidikan,” ujarnya.

Zaenal mengatakan, atas laporan itu pihaknya kemudian mengadakan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. “Kami kemudian berusaha mengumpulkan bukti-bukti dengan meminta keterangan sejumlah saksi, dan sejak tanggal 28 Maret lalu proses penyelidikan berubah menjadi penyidikan dan hari Kamis ini Deddy ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Zaenal menjelaskan, dengan ditetapkan Deddy sebagai tersangka, pihaknya masih terus melakukan proses penyidikan. “Deddy masih akan terus diperiksa, dan tidak menutup kemungkinan juga kami akan menetapkan tersangka lain. Namun hal tersebut, jika didukung bukti-bukti yang kuat,” paparnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s