Hamburkan Uang Rapat di Anyer

JAKARTA – Hujan yang mengguyur Jakarta pekan lalu hingga menyebabkan beberapa wilayah pemukiman kebanjiran, dan disaat masyarakat kesulitan serta menyerit atas kenaikan harga sembako, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel), malah menghaburkan uang untuk melaksanakan rapat koordinasi bidang di kawasan Anyer, Banten.
Keberangkatan peserta rapat yang berjumlah sekitar 30 orang itu dibawah pimpinan Sekretaris Kota (Seko) Jaksel Annas Effendi di Hotel Sangyang Anyer, Banten Jumat (11/4) pekan lalu, menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tentunya Dewan Kota (Dekot ) Jaksel.

Apalagi pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi lingkup kerjanya terkesan dipaksakan, dengan meminta kepada setiap peserta rapat untuk membayar uang konsumsi dan lainnya sebesar Rp800.000. Dengan peserta sebanyak 30 orang, maka terkumpul dana sebesar Rp24 juta rupiah, dan dihabiskan dalam satu malam.

PLH Walikota Jaksel, Budiman S, mengakui ada sejumlah pejabat yang melaporkan ada rapat di luar kota berkaitan dengan koordinasi serta evaluasi stafnya di kawasan Anyer, Banten. “Hanya semalam saja. Besoknya sudah kembali ke Jakarta,” ujarnya.

Sangat disayangkan kalau pejabat tak memahmi kesulitan yang dialami warganya. Bukan hanya kesulitan sembako tapi terkandang dampak bencana banjir dadakan yang membuat masyarakat seperti ‘hidup segan mati tak mau’.

Dewan Kota (Dekot) Jaksel menyesalkan sikap pejabat yang melakukan rapat koordinasi dan penyatuan persepsi seluruh staf yang berada di bawah naungan Asisten Ketataprajaan (Astapraja ) Jaksel. “Teguran dan tindakan sudah sepantasnya diberikan Gubernur kepada pimpinan rapat, karena situasi dan kondisinya tak tepat disaat warga miskin kesulitasn sembako dan banyak masalah di wilayah,” kata anggota Dekot Jaksel Firdaus dan Ngatino, pekan lalu.

Menurut anggota Dekel dari Kecamatan Mampang Prapatan dan Pasar Minggu itu, sangat keterlaluan dengan kondisi sekarang yang serba sulit malah mereka menghaburkan uang belasan juta rupiah. Walaupun, uang itu bukan berasal dari anggaran atau APBD tapi pribadi. “Gubernur DKI harus mengambil tindakan terhadap kejadian ini agar tak terulang lagi,” katanya kecewa.

Informasi yang diperoleh kegiatan rapat di Anyer dipimpin Sekodya Jaksel Anas Effendi setelah mendapatkan restu Walikota Syahrul Effendi yang mengikuti Lemhanas. Sehingga Budiman Simarmata tidak bisa berbuat banyak, karena sudah ada ijin dari pimpinan.

Astapraja Jaksel Rustam Efendi, mengakui memang betul melakukan rapat di Anyer untuk melakukan koordinasi dan menyatukan persepsi stafnya agar tak masuk ke gedung Bundar Kejaksaan Agung. “Saya hanya ingatkan agar staf maupun karyawan tak neko-neko dalam bekerja. Dan tak sepeserpun menggunakan uang anggaran pemerintah atau APBD tapi pribadi,” ujarnya. (maruf ridwan)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s