Pemerintah Evaluasi Kebijakan Tata Niaga Gula

JAKARTA – Pemerintah mengevaluasi kebijakan tata niaga gula untuk mencari kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan konsumen, industri makanan dan minuman, industri gula serta petani.  “Yang jelas kita pasti mencari kebijakan yang terbaik untuk kepentingan konsumen, industri makanan dan minuman, industri gula dan petani,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Kamis.

Mendag menjelaskan saat ini pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SK Menteri Perdagangan No.527 tahun 2004 tentang tata niaga gula.

SK tersebut mengatur perdagangan gula rafinasi yang berbahan baku impor atau gula rafinasi yang diimpor oleh industri makanan dan minuman tidak boleh dipasarkan di tingkat eceran (untuk konsumen). Sedangkan gula kristal putih dari tebu boleh dijual pada konsumen.

“Bagaimana kita mencari kebijakan yang seimbang antara stakeholder? Tunggu saja, sedang dikaji, semuanya `urgent`,” ujarnya.

Untuk sementara, lanjut Mendag, pemerintah akan menegakkan aturan tata niaga gula yang diberlakukan selama ini.

Selama satu bulan belakangan, kalangan petani tebu dan pabrik gula berbahan baku tebu mengeluhkan masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi.

Departemen Perdagangan kemudian menerbitkan Surat Menteri Perdagangan (Mendag) RI Nomor 357/M-DAG/4/2008 tanggal 2 April 2008 tentang penyaluran dan pendistribusian gula rafinasi di daerah yang menegaskan bahwa distributor gula rafinasi dilarang menjual produknya kepada peritel.

Depdag memberi waktu dua pekan kepada produsen gula rafinasi untuk membenahi sistem distribusi agar produknya tidak beredar di tingkat eceran dan mengganggu perdagangan gula tebu lokal.

Namun, produsen gula rafinasi mengaku tidak sanggup untuk menarik gula rafinasi yang telah merembes hingga ke tingkat pengecer dalam waktu yang diberikan.

Meski demikian, Mendag mengatakan tidak akan memberi perpanjangan waktu maupun sanksi jika masih ditemukan gula rafinasi di eceran.

“Selama tidak ada masalah di lapangan, kita akan memantau terus,”tambah mendag seraya mengatakan pihaknya telah meminta dinas perindustrian dan perdagangan daerah untuk menegakkan tata niaga gula.

Persaingan antara industri gula rafinasi dan gula kristal putih semakin ketat karena produksi masing-masing industri selalu meningkat setiap tahunnya. Sementara itu, industri makanan dan minuman besar masih diperbolehkan mengimpor sendiri.

Hasil survei Sucofindo selama 2007 mengungkapkan total konsumsi nasional per tahun itu sekitar 4,6 juta ton. Sekitar 3,1 juta-3,15 juta ton merupakan konsumsi langsung oleh masyarakat sedangkan sisanya adalah konsumsi industri makanan dan minuman. Total konsumsi gula nasional rata-rata 15 kg per kapita per tahun.

Saat ini terdapat lima produsen gula rafinasi dengan kapasitas produksi 2,18 juta ton per tahun. Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) awalnya menargetkan produksi 2008 1,7 juta ton, namun ditekan hingga menjadi 1,5 juta ton.

Sebanyak 57 pabrik gula tebu di Indonesia selama 2007 diperkirakan telah menghasilkan 2,44 juta ton gula. Kalangan pabrik gula tebu (PG) memproyeksikan produksi 2008 bisa mencapai 2,70 juta-2,79 juta ton.

Jika target produksi AGRI dan PG tercapai maka akan ada minimal 4,2 juta ton gula yang dihasilkan selama tahun ini.

Sementara itu, industri makanan dan minuman masih melakukan impor gula rafinasi langsung untuk bahan baku produksinya sekitar 500ribu ton per tahun. Pemerintah juga menerbitkan izin impor gula putih sebanyak 110 ribu ton kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) dan Perum bulog yang diperkirakan terealisasi 30ribu ton.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s